Semangat Persaudaraan Warnai Lomba 17 Agustus di SMAK Seminari Mario John Boen

HUT ke-80 Republik Indonesia tidak hanya dirayakan dengan upacara kenegaraan, tetapi juga dengan berbagai cara kreatif di tengah masyarakat dan lembaga pendidikan.

Salah satunya dilakukan oleh SMAK Seminari Mario John Boen Pangkalpinang yang mengisi momen kemerdekaan dengan menggelar perlombaan 17 Agustus pada Senin, 18 Agustus 2025, yang ditetapkan sebagai cuti bersama oleh pemerintah. Suasana kebersamaan justru semakin kuat karena siswa, guru, hingga karyawan turut terlibat dalam perayaan tersebut.

Berbagai perlombaan dihadirkan untuk memeriahkan acara, mulai dari tarik tambang, pertandingan voli, hingga sejumlah permainan lainnya.
Semua kegiatan dikemas bukan sekadar untuk mencari pemenang, tetapi menjadi wadah persaudaraan dan hiburan bersama.

Kepala SMAK Seminari Mario John Boen, RD. Martinus Handoko, menegaskan bahwa lomba ini bukanlah ajang persaingan yang harus dimenangkan dengan segala cara, melainkan sarana mempererat hubungan antarwarga sekolah.
“Kegiatan ini hanyalah hiburan, bukan kompetisi yang ekstrem. Tujuannya agar kita bersukacita bersama. Jangan sampai terjadi konflik hanya karena kalah atau tidak terima hasil. Yang utama adalah memupuk rasa persaudaraan dan memperkuat tali persatuan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa lomba 17 Agustus juga menjadi bagian dari pendidikan karakter bagi para peserta didik, khususnya dalam menumbuhkan jiwa kebangsaan.
“Melalui kegiatan ini, semoga kita berpartisipasi memajukan sekolah dan yang terpenting menyiapkan peserta didik sebagai generasi muda, warisan bangsa yang harus menjaga serta mempertahankan kedaulatan Republik Indonesia,” pungkasnya.

Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan hadiah simbolis bagi para siswa pemenang lomba yang meraih juara 1, 2, dan 3. Namun, lebih dari sekadar hadiah, hadiah ini menjadi sebuah penanda bahwa keterlibatan siswa dalam memeriahkan kemerdekaan adalah bentuk cinta tanah air.
Penulis : Veronika Suci
Editor : caeciliahkp
Next


