Seminaris Membuka Mata Melihat Dunia Lewat Seminar NAPZA dan Seksualitas

Pangkalpinang – Senin (9/1/2026), SMAK Seminari Mario John Boen Pangkalpinang menyelenggarakan kegiatan seminar yang berfokus pada NAPZA dan Seks Bebas. Hadir sebagai narasumber, Bapak Trisandi Putrasyah selaku Bhabinkamtibmas Kecamatan Rangkui dan Suster Marsellina Padarina, KKS atau yang akrab dipanggil dengan Suster Lusie selaku formator yang juga memberikan bimbingan konseling kepada para seminaris. Pak Tri mengusung materi NAPZA dan Suster Lusie membawakan materi tentang Seksualitas.

Seminaris yang merupakan calon Imam memang ditekankan dengan nilai kerohanian. Namun, sebagai garam dan terang dunia, para seminaris juga perlu memahami dunia yang ditempati. Diawali dengan pemaparan materi oleh masing-masing narasumber, yang diikuti para seminaris dengan penuh antusias dan bersemangat. Para seminaris juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi dalam sesi tanya jawab bersama narasumber.

Tidak hanya seminaris, para guru juga tertarik dalam mengikuti seminar ini. Hal ini terlihat dengan keterlibatan para guru dalam sesi tanya jawab dengan melontarkan beberapa pertanyaan. Lewat seminar ini, para seminaris dan juga para guru semakin diperkaya dengan hal-hal yang berkaitan dengan NAPZA dan Seks Bebas.


Kegiatan seminar diakhiri dengan penyerahan sertifikat oleh Kepala SMAK Seminari Mario John Boen kepada kedua narasumber. Sebelum menutup kegiatan, para seminaris juga berfoto bersama dengan kedua narasumber.
“Semoga melalui kegiatan ini para seminaris dapat semakin menyadari bahaya NAPZA dan Seks Bebas, serta merefleksikannya dalam panggilan hidup sehari-hari”, tutur Romo Martinus Handoko, selaku Kepala SMAK Seminari Mario John Boen dalam sambutan untuk menutup kegiatan seminar ini.

Penulis : Lukas Martin (XI)
Editor : zec_iceac
Tags:bimas katolik kemenag bimas katolik seminar seminari seminari mario john boen seminaris smak seminari mario john boen smak smjb smjb





